Minggu, 18 Desember 2016

Tugas Manajemen Strategik DUNKIN DONUTS



DUNKIN DONUTS
(Suramadu)
           




Tahun 1940, seorang pengusaha bernama Bill Rosenberg mendirikan dan membuka sebuah gerai donut dengan nama Open Kettle di kota Boston, Quincy-Massachusetts, Amerika Serikat. Tanpa disangka gerai donut miliknya tumbuh dengan pesat. Hal ini terbukti dari makin bertambah banyaknya jumlah pelanggan yang berkunjung. Melihat perkembangan usahanya yang positif, tahun 1950 Rosenberg pun memutuskan mengubah nama Open Kettle menjadi nama lain yang lebih menjual. Setelah melalui proses yang panjang, terpilihlah nama baru yang lebih menjanjikan yaitu Dunkin’ Donuts. Selaras dengan perubahan nama tersebut, dirintislah sistem franchise (waralaba).
Tahun demi tahun berlalu. kemajuan dan ketenaran nama Dunkin’Donuts makin tak terbendung. Bahkan di tahun 1970, Dunkin’ Donuts telah menjadi merek internasional dengan reputasi yang luar biasa dalam hal kualitas produk dan pelayanan. Reputasi dan ketenaran itu jugalah yang kemudian menarik minat Allied Domecq- sebuah perusahaan internasional yang membawahi Togo’s dan Baskin Robins- untuk membeli Dunkin’ Donuts dari keluarga Rosenberg. Pembelian dan pengambilalihan perusahaan dari keluarga Rosenberg akhirnya disepakati dan dilakukan dengan penuh persahabatan pada tahun1983.
Meski berganti kepemilikan, Allied Domecq tetap berusaha mempertahankan sistem manajemen yang sudah berjalan di Dunkin’Donuts. Kalaupun ada yang harus dirubah, perubahan dilakukan dalam skala kecil. Hanya satu yang menjadi ambisi seluruh manajemenAllied Domecq yaitu membantuDunkin’ Donuts memperluas pasar secara internasional. Untuk mewujudkan ambisinya tersebut, diberlakukanlah standarisasi di seluruh counter Dunkin’ Donuts. Di samping itu berbagai strategi marketing yang jitu juga mulai dilancarkan, seperti selalu berusaha memperbaharui design sesuai dengan trend, fokus terhadap kualitas produk serta berusaha memaksimalkan kepuasan pelanggan. Dengan didukung sumber daya manusia yang handal, dalam waktu singkat ambisi Allied Domecq tercapai. Dunkin’ Donuts berhasil memperluas pasar secara menakjubkan sehingga gerainya tidak hanya tersebar di benua Amerika, tetapi juga di benua Eropa dan Asia.
Dunkin’ Donuts mulai merambah pasar Indonesia pada tahun 1985 dengan gerai pertamanya didirikan di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta. Khusus wilayah Indonesia, master franchise Dunkin’ Donuts dipegang Dunkin’ Donuts Indonesia. Sejak diberi kepercayaan memegang master franchise tersebut, Dunkin’ Donuts Indonesia bercita-cita dan bertekad untuk terus membesarkan serta memperkuat awareness dan positioning Dunkin’ Donuts. Tidak hanya di Ibu Kota Indonesia, Jakarta, tetapi juga di berbagai kota besar lainnya. Itu sebabnya, kegiatan memperluas pasar dengan jalan membuka puluhan gerai permanen terus dilakukan secara berkala.
Kini Dunkin’ Donuts Indonesia telah berhasil membuka lebih dari 200 gerai yang tersebar di bebagai kota besar Indonesia seperti Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Bali, Medan, Yogyakarta, Makasar dan lain sebagainya. Cita-cita memperkuat awareness dan positioning pun bisa di bilang telah tercapai. Paling tidak hal ini bisa dilihat dari hasil survey sebuah lembaga riset pemasaran yang menyebutkan bahwa Top of Mind Dunkin’ Donuts di Indonesia telah mencapai 91,8%. Bahkan tercatat juga tingkat kepuasan konsumen Indonesia terhadap Dunkin’ Donuts secara keseluruhan mencapai80,8%.
Seiring dengan makin kuatnya awareness dan positioning Dunkin’ Donuts yang telah dibuktikan lewat hasil survey, di awal tahun 2008 Dunkin’ Donuts Indonesia kembali melakukan gebrakan dengan menerapkan konsep baru (newimage) pada setiap gerainya. Kegiatan new image tersebut dilakukan secara betahap dengan jalan merubah logo, design interior gerai, dan berbagai perubahan lainnya. Dampak dari new image membuat Dunkin’ Donuts terlihat lebih fresh dan sesuai dengan keinginan pasar. Namun semua itu belumlah cukup. Bersamaan dengan terus dilangsungkannya kegiatan new image, Dunkin’ Donuts Indonesia juga mengikrarkan komitmen untuk lebih memfokuskan diri pada perbaikan produk dan pelayanan. Dengan demikian diharapkan tingkat kepuasan konsumen terhadap Dunkin’ Donuts dapat terus meningkat.50
Dunkin Donuts pertama kali berdiri di Indonesia pada tahun 1985, dengan nama PT. Dunkindo Lestari di mana di jalan Hayam Wuruk Jakarta menjadi counter atau gerai pertama. Pendirinya adalah Bapak Tan Po Lian dan Ibu Tan Po Sian. Dalam pengembangan usahanya di pimpin oleh Bapak Y.L Tanuwijaya (Alm ) dan dilanjutkan oleh Bapak Julius Laoppati. Untuk saat ini dan akan datang, Dunkin Donuts telah membuka lebih dari 5.000 counter atau gerai di 37 negara di seluruh dunia. Sedangkan untuk perkembangan di Indonesia, Dunkin’ Donuts Indonesia telah membuka sebanyak 200 counter atau gerai dengan 19 cabang di seluruh Indonesia.
Pada tahun 1995 PT. Dunkindo Lestari telah berhasil mendapatkan Sertifikat Halal dari MUI sebagai perusahaan yang memproduksi & menjual produk halal. Seiring dengan tuntutan jaman dan berdasarkan kebutuhan dari customer maka pada awal tahun 2008 PT. Dunkindo Lestari melucurkan citra merek baru atau yang lebih di kenal dengan Dunkin’ Donuts New Brand Image.

VISI & MISI DUNKIN’ DONUTS INDONESIA
  • VISI PERUSAHAAN
”Maintaning Our Brand Endurance And Customer Satisfaction By Experience Through Good
Memelihara dan menjaga daya tahan ketahanan merk kita dan kepuasan pelanggan dengan pengalaman kita melalui orang-orang terbaik dengan segenap jiwa dan raga
  • MISI PERUSAHAAN
”We Are Proud To Serve Better”
Dengan bangga kami senantiasa memberikan pelayanan terbaik yang tercermin dalam citra brand dan pengalaman, keceriaan anda adalah tujuan utama kami
  • TUJUAN DARI DUNKIN DONUTS

Menjaga kepuasan pelanggan dan melayani dengan sebaik mungkin.


  • SASARAN PERUSAHAAN
Menjadikan Donuts no satu di Indonesia
Menjadi Leader merek dan donuts di indonesia






ANALISIS VISI,MISI,TUJUAN DAN SASARAN DENGAN KARAKTERRISTIK SMART [ Simple,madsureable,Apllicable,Reable,Timeable ]


SIMPLE : Tujuan harus dirumuskan dalam suatu yang sederhana dan mudah dimengerti , sehingga dapat dipahami oleh semua.  ”Maintaning Our Brand Endurance And Customer Satisfaction By Experience Through Good’’ Memelihara dan menjaga daya tahan ketahanan merk kita dan kepuasan pelanggan dengan pengalaman kita melalui orang-orang terbaik dengan segenap jiwa dan raga., selama ini dunkin donuts menjadi leader merk donuts di indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat terlihat dari berbagai penghargaan yang diperolehnya dan laba bersih serta minat konsumen, Hal tersebut menandakan bahwa kinerja perusahaan mampu memaksimalkan kemampuannya sehingga visi perusahaan berjalan baik. Untuk mencapai Visi, Perusahaan membangun Budaya Perusahaan active yang secara terus-menerus disosialisasikan kepada pegawai


MEASURABLE : Jelas, Kongkrit dan Terukur dan mampu menjadi motivasi bagi Karyawan .
terlihat dari Misi Perusahaan yaitu “”We Are Proud To Serve Better”
Dengan bangga kami senantiasa memberikan pelayanan terbaik yang tercermin dalam citra brand dan pengalaman, keceriaan anda adalah tujuan utama kami Sebagai salah satu donutsdi tanah air, dunkin donuts produknya sangat berkualitas dan dengan tenaga kerja yang sudah berpengalaman yang sudah di training di bagian masing-masing, pelayanan yang sangat bagus dan ramah membuat para pengunjung ingin kembali membeli.


APLIKABEL : Layak atau Perusahaan mampu untuk melakukannya.
Dunkin donuts  merupakan donuts yang jadi leader  di Indonesia, dunkin donuts sudah terkenal di seluruh dunia mulai dari varian yang banyak, merk yang sudah mendunia dan juga pelanggan2 yang setia.
RELIABLE : Selalu sesuai dengan harapan dan kepentingan Stakeholder serta Perkembangan zaman atau realita kehidupan .
 Bisa dilihat dari tujuan Perusahaan yaitu pada kata-kata “Menjaga kepuasan pelanggan dan melayani dengan sebaik mungkin. dunkin donuts selalu menjaga dan melayani dengan segenap jiwa.

TIME ABLE : Memiliki tenggang waktu atau kemampuan untuk dicapai dalam waktu tertentu.
Selalu tepat waktu dan dan adanya target.



Analisis SWOT (strengths, weakness, opportunities, threath)

Kekuatan (Strengths)
1. Dunkin’ Donut smerupakan pelopor produk makanan khususnya dalam kategori jenis donat.
2. Dunkin’ Donuts memiliki pelayanan yang sangat bangus dan memuaskan
3.Merk atau produk dunkin donuts sudah terkenal di seluruh dunia

Kelemahan (weakness)
1 . kurangnya farian donuts sehingga pelanggan bosan
2. Tidak mengikuti jaman seperti delivery tidak ada


Peluang (Opportunities)
 1. Dunkin’ Donuts memiliki pasar potensial yang besar untuk usaha waralaba khususnya usaha makanan cepat saji atau fast food jenis donat dan sandwich,
2.Dunkin’ Donuts terus melakukan suatu terobosan baru agar peluang
yang ada digunakan sebaik mungkin, khususnya untuk melakukan pembukaan
gerai-gerai yang baru di beberapa titik lokasi yang strategis.

Ancaman (Threaths)
1.Ancaman kebanyakan dari usaha sejenis yang telah berada di mana-mana, bahkan banyak tenaga ahli Dunkin yang di bajak oleh pesaing-pesaing.
2. Banyaknya produk yang sama tapi lebih murah dan kualitas sama.



DAYA SAING DUNKIN DONUTS


Sumber daya yang dimiliki

BERWUJUD

Ø  MEMPUNYAI STORE YANG STRATEGIS MUDAH DI JANGKAU
Ø  MEMPUNYAI BANYAK CABANG STORE
Ø  BAHAN-BAHAN SANGAT BERKUALITAS
Ø  CREW SANGAT PROFESIONAL
Ø  PELAYANAN SANGAT MEMUASKAN
Ø  STORE YANG BERSIH DAN NYAMAN
Ø  MEMILIKI VARIAN DONUTS YANG LENGKAP


TIDAK BERWUJUD
Ø  Memiliki brand yang sudah di kenal sejak dulu oleh masyarakat


Kumpulan Sumber Daya yang memiliki keunggulan

Ø  Store yang di gunakan untuk kegiatan sales
Ø  Mempunyai store di berbagai kota
Ø  Memiliki pilihan produk aneka warna
Ø  memiliki pelayanan yang sangat bangus dan memuaskan
  Kemampuan inti
            Standar Rasa sama dengan luar negri atau di indonesia.
 Keunggulan bersaing yang berkesinambungan
kualitas pelayanan yang diberikan menimbulkan kesetiaan yang tinggi dari konsumen serta diikuti dengan minat beli pada produk dehingga berdampak pada peningkatan penjualan perusahaan. Dunkin donuts dikenal dengan pengembangan-pengembangan inovatif di bidang donuts,

 Daya saing (Laba diatas Rata – Rata)
Keunggulan dan kemampuan yang dimiliki oleh perusahaan, sehingga perusahaan akan terus dapat mengembangkan dirinya untuk terus dapat menciptakan hal-hal yang baru lagi bagi pemenuhan kebutuhan konsumen. Persaingan industri donut yang setiap tahun semakin berat, karena banyak sekali perusahan yang menjual donuts dan juga mempunyai donuts dengan varian yang sama.




Analisis Value chain























































































































Minggu, 02 Oktober 2016

Selasa, 04 November 2014

MANFAAT KOMPUTER DALAM BIDANG AKUNTANSI



MANFAAT KOMPUTER DALAM BIDANG AKUNTANSI

Pada zaman sekarang aplikasi komputer makin canggih tetapi penggunaan komputer oleh masyarakat umum mungkin hanya sebatas pertukaran informasi dan pemanfaatan dalam batas-batas minimal saja, padahal fungsi dan manfaat dari komputer itu sendiri sangat luas. Apalagi dalam universitas atau perguruan tinggi bukan hanya mahasiswa dari fakultas ilmu komputer saja yang mempelajari ilmu komputer, tetapi mahasiswa dari fakultas sastra, kedokteran, teknik, bahkan fakultas ekonomipun mempelajarinya. Bagi fakultas ekonomi khususnya jurusan akuntansi penggunaaan komputer itu sangat penting. Karna dapat mempermudah mengerjakan laporan keuangan. Manfaat komputer itu sendiri bagi anak akuntansi sangat banyak, antara lain dapat mengerjakan siklus akuntansi mulai dari jurnal, buku besar, neraca lajur, laporan keunagan, sampai neraca saldo penutup secara cepat dan akurat dengan menggunakan komputer berbasis akuntansi contohnya MYOB dan lain-lain

Ada pun berbagai keuntungan Sistem Komputer di Bidang Akuntansi UNIVERSITAS NAROTAMA
Dibandingkan dengan sistem manual (tulis tangan), sistem komputer memberikan banyak keuntungan, diantaranya :
  Kecepatan. Sistem komputer dapat menghasilkan informasi yang jauh lebih cepat bila dibandingkan dengan sistem manual, karena komputer dapat melaksanakan pekerjaan pada saat yang bersamaan dengan kecepatan tinggi.
Volume hasil. Sebagai akibat proses pengerjaan yang cepat, maka volume transaksi yang dapat diolah menjadi jauh lebih banyak, dan volume hasil yang dapat diperoleh juga semakin banyak.
Pencegahan kekeliruan. Tingkat ketelitian komputer, jauh lebih tinggi daripada ketelitian manusia. Oleh karena itu, pemakaian komputer akan sangat banyak mengurangi kekeliruan. Selain itu sistem komputer juga dilengkapi dengan berbagai cara untuk mencegah terjadinya kekeliruan.
Posting otomatis. Bila kita menggunakan sistem akuntansi dengan komputer, maka posting akan dilakukan secara otomatis. Hal ini akan sangat mengurangi pekerjaan pembukuan. Selain itu tingkat ketelitiannya pun jauh lebih tinggi. Pemakaian komputer menjamin posting dilakukan secara tepat.EKONOMI AKUNTANSI
  Penyusunan laporan otomatis. Dalam sistem akuntansi dengan komputer, laporan-laporan dikerjakan secara otomatis. Komputer dapat melakukan proses penjurnalan, posting, penyusunan laporan keuangan, dan laporan-laporan khusus untuk manajemen secara otomatis.
  Pencetakan dokumen otomatis. Sistem komputerisasi dapat mengerjakan berbagai dokumen yang digunakan dalam perusahaan, seperti : faktur, laporan piutang bulanan, check gaji dan laporan pendapatan.

Dibidang akuntansi sistem pemrosesan informasi akuntansi berbasis komputer banyak ditawarkan dengan tujuan untuk memberikan kemudahan bagi para akuntan untuk menghasilkan informasi yang dapat dipercaya, tepat waktu, lengkap, dapat dipahami, dan teruji. Dari hal tersebut mahasiswa akuntansi dapat melihat banyak sekali peluang untuk dapat memenuhi kebutuhan perusahaan akan akuntansi berbasis komputer dengan cara membuat software-software akuntansi. Software akuntansi yang dibuat harus dapat memenuhi kebutuhan para akuntan sehingga software tersebut dirasakan sangat bermanfaat bagi perusahaan, khususnya bagi para akuntan yang menggunakan software tersebut.

Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan komputer bukan hanya sekedar menggantikan mesin TIK tetapi dengan kita mempelajari ilmu komputer banyak manfaatnya apalagi dalam dunia pendidikan, contohnya dalam bidang akuntansi yakni dapat mengerjakan laporan-laporan keuangan dengan mudah dan cepat.